Bagi anak kos di jakarta seperti saya, tidak akan lepas dari apa yang disebut dengan ‘warteg’ dalam hidangan sehari-harinya. Dari samenjak saya kuliah sampai saya bekerja pun hampir tiap hari mengisi perutnya diwarteg dengan menu yang itu-itu saja. Disamping karena harganya relatif terjangkau bagi kalangan ‘bawah’ seperti saya, tentu saja cukup mengenyangkan bagi saya🙂.

Layaknya pemuda yang ingin mengungkapkan ekspresinya patut dicoba menu ‘rujak kangkung’ ala tunangan saya. Tidak perlu susah-susah untuk membuatnya, saya hanya memerlukan sedikit bahan saja dan tidak akan meguras kantong tipis saya (tidak lebih dari lima ribu rupiah).

Bahan-bahan tersebut antara lain:

  • Satu ikat/dua ikat kangkung (1 ikat waktu saya beli Rp.1000,-)
  • Bumbu sambelnya yaitu cabe, gula merah, terasi bulet (khusus dibawaian dari tunagnan saya), asem jawa.

Cara meraciknya:

  1. Potong panjang kangkung yang sudah dibeli, kemudian cuci dengan air bersih (jangan direndam, untuk menghindari larutnya vitamin)
  2. Panaskan panci yang sudah terisi air bersih, kurang lebih 1/2 panci lebih yang penting cukup untuk merendam kangkung.
  3. Setelah air mendidih, masukkan kangkung yang telah dicuci kedalam panci hingga kangkung tampak layu, dan jangan terlalu lama juga memaskanya, kira-kira 3-5 menit saja. Agar kangkung tidak lembek.
  4. Kemudian tiriskan kangkung yang sudah mateng tersebut..
  5. Untuk membuat sambelnya, ulek cabe yang telah dicuci (banyak cabe tergantung selera) selera saya kurang lebih 10 cabe merah panjang, 10 cabe rawit.
  6. Setelah cabe dirasa lembut tambahkan gula merah, dan asem jawa yang sudah matang dan terasi yang sudah dibakar.
  7. Ulek hingga halus, dan sambel siap untuk dihidangkan.
  8. Hidangkan sambel dan kangkung, lebih mantap lagi jika ditambah tempe goreng dan kerupuk (mak nyos)

Nah, mudah bukan membuatnya. Tidak perlu repot-repot, saya yakin kaum pria manapun yang gak pernah masak sama sekali pasti bisa membuatnya. Silakan dicoba, semoga bermanfaat..